![]() |
| Sabil Nunggu Order Makan makan |
Pak Bro… Rahasia Grab gacor yang saya lakukan sejatinya hanya dengan dua langkah, pertama dari cara kita on-bid dan yang kedua adalah dari setting di ponsel. Hokeh… masuuuuuuuuuuuuk pak eko.
RAHASIA GRAB GACOR
. Perbanyak mobile, jangan terlalu lama mangkal
Pak Bro & Mbak Sis… Sejatinya kita driver Grab tidaklah tahu bagaimana algoritma Grab menentukan pada siapa order akan masuk. Namun, saya sangat merasakan bahwa ada kecenderungan sistem Grab memberikan order pada driver yang rajin berkeliling. Bahkan tidak jarang order dari konsumen di lempar pada driver yang posisinya lebih jauh dari lokasi pemesanan, meski di dekat lokasi pemesan ada driver yang lebih dekat.
Cara on-bid dengan mobile seperti itu tentu saja memiliki resiko pengeluaran bahan bakar yang lebih banyak. Tapi yakin saja, selama akun driver milik Pak Bro tidak ada masalah dan tidak sedang dalam pemantauan sistem, maka jumlah order yang masuk pun akan setimpal.
Cara mobile yang saya lakukan pun bukan berarti selalu muter-muter tanpa tujuan… tapi dengan target tertentu, misalnya, bergeser dari lokasi potensial yang satu ke lokasi potensial yang lain. Contohnya, dari pusat perbelanjaan bergeser ke sekitar sekolahan, kemudian bergeser lagi ke lokasi perkantoran dan seterusnya.
Jarak dan waktu pergeseran pun jangan terlalu jauh dalam waktu yang terlalu pendek. Misalnya, setiap 15-30 menit sekali bergeser dengan jarak 200-300 meter jika belum mendapat order. Kecuali jika Pak Bro mendapat order, maka pergeserannya adalah jelas menuju titik antar penumpang.
Intinya, yang terpenting adalah ada pergerakan dari GPS milik driver sehingga sistem dapat menilai bahwa Pak Bro adalah driver aktif.
. Setting ponsel supaya gacor
Selain hanya mobile, ponsel Pak Bro pun harus di setting supaya lebih responsif.
Meski tidak selalu terjadi, namun ada kecenderungan bahwa ponsel yang lebih responsif akan mendapatkan lebih banyak order dibanding ponsel yang lemot. Karena itulah banyak pandangan yang mengatakan bahwa semakin besar RAM ponsel, maka semakin baik untuk bersaing pada saat on-bid. Padahal, pandangan tersebut sejatinya keliru, menurut saya.
Banyak orang yang tidak faham bahwa semakin besar RAM ponsel, maka semakin banyak pula aplikasi sistem bawaan pabrikan yang terbenam didalamnya. Artinya, ukuran RAM yang lebih besar tersebut memang disiapkan untuk menjalankan tugas yang lebih banyak. Jadi… RAM 1 GB pun akan mampu bersaing dengan ponsel yang memiliki kapasitas RAM di atasnya. Berikut ini cara settingnya,
#Setting ponsel menjadi hanya satu SIM card saja
Jika ponsel Pak Bro memiliki dua atau lebih slot kartu SIM, maka sebaiknya non-aktifkan sebagian sehingga hanya aktif satu SIM card saja. Saya menggunakan Samsung Evercos R50B dengan langkah setting sebagai berikut,
– masuk ke menu pengaturan,
– pilih “pengelola kartu SIM”,
– pilih kartu SIM yang akan di non-aktifkan,
– geser tombol aktifasi ke posisi non-aktif,
Secara teknis, Saya tidak bisa menjelaskan dengan baik akan setting ini. Tapi secara praktek dilapangan, aktif dengan satu SIM terasa lebih ringan, sinyal lebih maksimal sehingga potensi menang persaingan lebih besar dibanding driver lain.
#Hapus aplikasi tidak penting yang berjalan di latar belakang
Pada Evercos R50B,
– masuk ke menu pengaturan,
– pilih “aplikasi”,
– pilih “manajer aplikasi”
–geser ke menu aplikasi “berjalan”, kemudian perhatikan, geser ke bawah, lihat aplikasi apa saja yang berjalan di latar belakang, hapuslah aplikasi yang TIDAK BENAR-BENAR PENTING
#Pastikan ponsel selalu bersih dari sampah sistem dan sisa-sisa aplikasi
Pak Bro… Ada cara klasik membersihkan cache ponsel melalui menu pengaturan. Tapi itu belum cukup karena membersihkan cache saja tidak membuat ponsel bersih dari sampah sisa aplikasi. Apa lagi kalau Pak Bro sering bongkar pasang aplikasi.
Pilihan untuk menggunakan aplikasi pembersih semisal clean master*, ccleane* dan lain sebagainya pun keliru. Aplikasi pembersih semacam itu tidak benar-benar membersihkan, malah menambah berat kerja RAM karena mereka justru berjalan di latar belakang. Jadi, ikuti langkah-langkah saya berikut ini,
– pertama masuk ke menu pengaturan,
– pilih menu “penyimpanan”,
– kemudian pilih “file campuran”, di situlah berkumpulnya berbagai sampah dan cache dari file sistem dan aplikasi-aplikasi lain, termasuk sampah sisa aplikasi yang pernah Pak Bro hapus dari ponsel,
– centang seluruh folder dan pilih “hapus” pada sudut kanan atas, kemudian restart ponsel,
Lakukan pembersihan dengan cara ini sekali dalam sehari, misalnya setiap malam pada saat off-bid atau pagi hari sebelum on-bid. Dengan cara ini, ponsel Pak Bro akan selalu bersih dan ringan tanpa menggunakan aplikasi pembersih apa pun.
Perlu Pak Bro ketahui bahwa sejatinya cache adalah suatu jejak yang ditinggalkan oleh aplikasi guna mempercepat loading saat Pak Bro membuka aplikasi yang bersangkutan. Namun, jumlah cache yang menumpuk terlalu banyak justru membuat loading lebih berat pada keseluruhan ponsel pada saat Pak Bro membuka aplikasi lain… Jadi, disini ada persaingan dimana tiap-tiap aplikasi ingin cache miliknya yang di utamakan di setiap ponsel. Nah, karena disini ponsel Pak Bro difokuskan untuk on-bid, maka abaikan saja cache dari aplikasi lain. Hapus seluruh cache dari aplikasi sehingga cache dari aplikasi Grab driver menjadi prioritas.
Perlu Pak Bro ketahui juga bahwa aplikasi Grab driver memiliki cara kerja yang (menurut saya) cukup canggih. Dia mampu memisahkan diri dari aplikasi lain sehingga tidak terdeteksi pada menu aplikasi berjalan meski dia sedang berjalan di latar belakang. Cache dari aplikasi Grab driver pun tidak masuk ke dalam folder pada menu “file campuran”. Artinya, cache dari aplikasi Grab Driver disimpan di dalam aplikasinya sendiri sehingga dia tidak akan turut terhapus saat Pak Bro menghapus “file campuran” sehingga hal itu sangat menguntungkan dalam pemosisian aplikasi Grab driver sebagai prioritas.
Dan, satu hal lagi… Jika Pak Bro pernah mendapat tips gacor dari sumber mana pun untuk menghapus data aplikasi driver melalui menu pengaturan aplikasi, sebenarnya hal itu pun keliru. Dengan menghapus data aplikasi, maka cache dalam aplikasi Grab driver pun akan turut terhapus.
Dalam hal pemosisian aplikasi Grab driver sebagai prioritas, penghapusan cache dari aplikasi itu sendiri justru sangat merugikan. Pasalnya, ketika cache sudah terhapus, maka aplikasi driver akan memulai kembali dalam keadaan “nol” sehingga memerlukan penilaian dari awal lagi untuk sistem dalam memberikan order pada aplikasi Pak Bro. Ingat juga bahwa tidak semua penulis tips rahasia Grab gacor adalah seorang driver Grab sehingga belum tentu tips yang dia bagikan dapat bekerja dengan baik.
Pastikan Pak Bro selalu mencari informasi dan tips dari pengalaman si penulis sendiri sehingga hasilnya lebih real. Bukan hanya tips-tips berdasarkan teori yang belum tentu kebenarannya, apalagi tips-tips hasil copy paste dari penulis lain. Hokeh, Pak Bro…?! Salam satu aspal, salam gacor Grab Indonesia..
NB: Uninstall alpikasi yang menggunakan internet selain Grab Driver. Gunakan akses internet dengan provider yang cepat responnya, sebagai contoh Telkomsel dan XL
NB: Uninstall alpikasi yang menggunakan internet selain Grab Driver. Gunakan akses internet dengan provider yang cepat responnya, sebagai contoh Telkomsel dan XL

Post a Comment